- Tingkatkan Pemberdayaan Ekonomi, Dinsosdaldukkb Purworejo Ikuti Sosialisasi KUBE 2026 Provinsi Jawa Tengah
- Pastikan Kualitas Layanan di Tingkat Akar Rumput, Bidang KB Lakukan Monitoring di Kecamatan Ngombol
- Perkuat Akses Pelayanan KB, Dinsosdaldukkb Purworejo Gandeng Muslimat NU dan Organisasi Profesi
- Optimalkan Penyaluran Bansos, Dinsosdaldukkb Purworejo Ikuti Rakor BLT DBHCHT di Surakarta
- Perkuat Ekonomi Keluarga Rentan, Dinsosdaldukkb Purworejo Hadiri Koordinasi Program UEP di Semarang
- Peningkatan Peserta KB MKJP, Akseptor Asal Bruno Jalani Pelayanan MOW di RSU Kasih Ibu
- Pelayanan KB MKJP MOW di RSUD RAA Tjokronegoro, Dukung Kesehatan Reproduksi dan Kesejahteraan Keluarga
- Kepala DINSOSDALDUKKB Mengantar Tugas Ibu Mika Kumayanti, SSTP ke Inspektorat Daerah Kabupaten Purworejo
- Kepala DINSOSDALDUKKB Hadiri Serah Terima Jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo
- Sosialisasi Surat Edaran Bupati tentang Pedoman Penyempurnaan Rancangan Awal Renja Perangkat Daerah Tahun 2027
Program Keluarga Harapan BISA MEMBUATKU SEKOLAH LAGI
Berita Terkait
- ARUNG JERAM PILIHANKU....0
- Horeee bisa sekolah lagi….0
- Program Keluarga Harapan MERINGANKAN BEBANKU….0
- Keluarga Penerima Manfaat Yang Menyadari Akan Pentingnya ASI Bagi Anaknya0
- Sikap Ksatria ibu Martinah.0
- Kabupaten Purworejo Berbagai Terhadap Sesama.0
- Pemerintah Kabupaten Luncurkan Program Sekolah Siaga Kependudukan : Berkarakter Unggul Mendunia.0
- Pemerintah Kabupaten Purworejo Fokus Membumikan Keluarga berkualitas : BP KKBPK kecamatan Loano Gelar Orientasi PIK Remaja.0
- Kabupaten Purworejo Terus Berupaya Membangun Keluarga Berkualitas : Rencana Canangkan Kampung KB0
- Kabupaten Purworejo memaksimalkan Program KB : Gelar Pertemuan dengan IMP.0
Berita Populer
- FDS MODUL PENDIDIKAN DAN PENGASUHAN ANAK SESI 4 MEMBANTU SUKSES ANAK DI SEKOLAH
- Besarnya Peran Kader KB Dalam Mensukseskan Program Bangga Kencana.
- Intensifikasi Program KB : Pertemuan Kelompok kerja (pokja) Kampung KB.
- Intensifikasi Program KB : Penyuluhan Pasangan Usia Subur (PUS) Miskin Tingkat Kecamatan.
- Intensifikasi Program KB : Pembinaan Kader IMP
- Intensifikasi Program KB : Pembinaan Rutin PPKBD dan Sub PPKBD
- Sebuah Fenomena : Bayi Dibuang
- Mempertajam Peran Lini Lapangan
- Kabupaten Purworejo ikuti Duta Genre Tingkat Provinsi, BKKBN Berharap Pemenang Jadi Role Mode Remaja.
- Intensifikasi Program KB : Safari KB.

Keterangan Gambar : Ibu mujiati , penerima PKH
Irawan 16 tahun adalah putra dari ibu Mujiyati 51 tahun dan bapak Mardiman 67 tahun, Irawan adalah putra ke 3 dari 5 bersaudara. Anak pertama (Ida Lestari 24 tahun ) sudah berumah tangga dan tidak tinggal serumah lagi. Irawan tinggal di Desa Bringin, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo dengan Ibu Mujiyati, Bapak Mardiman, Lucky 20 tahun (anak kedua) dan Adhib 14 tahun ( anak bungsu ). Kehidupan keluarga Irawan bisa di bilang pas pasan. Ibu Mujiyati bekerja serabutan sebagai tulang punggung keluarga,karena kondisi kesehatan Bapak Mardiman yang menurun.
Irawan sebenarnya sudah lulus SMP akan tetapi karena keterbatasan biaya membuat Irawan terpaksa tidak meneruskan sekolah dan kesehariannya Irawan pergi memulung untuk menambah penghasilan keluarga. Ibu mujiati beralasan bahwa beliau merasa tidak sanggup mebiayai Irawan dan Adhib secara bersamaan. Padahal Irawan sendiri di lubuk hati terdalamnya sangat ingin sekali melanjutkan sekolah.
Dalam memenuhi kebutuhan sehari hari Ibu Mujiyati bekerja serabutan kalau ada proyek bangunan atau ada yang membutuhkan jasa beliau ketika tetangga hajatan, karena beliau adalah tulang punggung keluarga, beliau takut kalau Irawan melanjutkan sekolah beliau merasa khawatir kalau tidak bisa untuk memasak dan memenuhi kebutuhan sehari hari. Anak tertua ibu Mujiyati pun terpaksa putus sekolah di kelas 2 SMP,dan putri yang kedua hanya lulusan SMP.
Beruntung keluarga ibu Mujiyati pada tahun 2017 akhirnya mendapatkan bantuan PKH dan menjadi Keluarga Penerima Manfaat. Supervisor mendapat informasi dari pendamping Kecamatan Bayan tentang perihal Irawan yang di ketahui saat ada Verifikasi Fasdik Bulan Juli, dan di ketahui bahwa Irawan tidak melanjutkan pendidikannya ke SMA/SMK. Setelah Supervisor dan pendamping mengadakan kunjungan Home Visit untuk memperoleh keterangan dari ibu mujiyati dan Irawan, setelah mendengar penjelasan dari ibu Mujiyati mengenai ketakutan beliau untuk menyekolahkan Irawan. Supervisor memberikan pengertian kepada ibu Mujiyati mengenai arti pentingnya pendidikan bagi Irawan kelak di masa depan guna mendapatkan pekerjaan yang layak, dan supervisor memberikan pengertian mengenai hak dari Irawan yaitu bisa bersekolah lagi dan bukan kewajiban Irawan untuk mencari rongsok/memulung.
Setelah mendengar penjelasan dari Supervisor dan pendamping Ummatul Khairiyah akhirnya terbuka kesadaran dari ibu Mujiyati akan berusaha bekerja lebih keras lagi, berjanji tidak menyuruh Irawan mencari rongsok/memulung dan akan segera mendaftarkan Irawan di SMK Kristen di Kutoarjo karena di sekolah tersebut memang banyak membutuhkan murid baru dan masih membuka pendaftaran bagi anak yang kurang mampu dan tidak di pungut uang SPP dan pendaftaran masuk sekolah.





.jpg)


