- TKSK Purworejo \'Pasang Mata, Pasang Telinga\': Dinsosdaldukkb Genjot Data Kesejahteraan Sosial!
- SPPG-BGN Purworejo \'Cari Rumah Baru\': Dinsosdaldukkb Kawal Rapat Lokasi Alternatif!
- Lansia Tuna Netra Bogor \'Ketuk Pintu\' Purworejo: Dinsosdaldukkb Ulurkan Tangan!
- Sekolah Rakyat Purworejo \'Digodok\' Kemensos: Dinsosdaldukkb Siap Cetak Generasi Unggul!\"
- Dinsosdaldukkb Purworejo di Rapat Pimpinan: Angkat Isu Krusial!
- BeNIK Kencana: Aplikasi Cerdas Dinsosdaldukkb Purworejo, Siapkan Pasangan Menuju Pernikahan Bahagia!
- Dinsosdaldukkb Purworejo Aktif Dukung KLA: Partisipasi Penting di Baperida!
- Dinsosdaldukkb Purworejo Sukses Gelar Layanan MOW: Dua Wanita Raih Akses KB Berkualitas!
- Dinsosdaldukkb Purworejo: Setiap Senin, Kinerja Diuji, Pelayanan Ditingkatkan!
- Langkah Cepat Dinsosdaldukkb: Evaluasi Kinerja dan Persiapan Triwulan II Digelar!
Keluarga Penerima Manfaat Yang Menyadari Akan Pentingnya ASI Bagi Anaknya
Berita Terkait
- Sikap Ksatria ibu Martinah.0
- Kabupaten Purworejo Berbagai Terhadap Sesama.0
- Pemerintah Kabupaten Luncurkan Program Sekolah Siaga Kependudukan : Berkarakter Unggul Mendunia.0
- Pemerintah Kabupaten Purworejo Fokus Membumikan Keluarga berkualitas : BP KKBPK kecamatan Loano Gelar Orientasi PIK Remaja.0
- Kabupaten Purworejo Terus Berupaya Membangun Keluarga Berkualitas : Rencana Canangkan Kampung KB0
- Kabupaten Purworejo memaksimalkan Program KB : Gelar Pertemuan dengan IMP.0
- Kabupaten Purworejo memaksimalkan Program KB : Gelar Pertemuan dengan IMP.0
- Pemerintah Kabupaten Purworejo Fokus Membumikan Keluarga berkualitas : BP KKBPK kecamatan Bener Gelar Orientasi Tri Bina Kampung KB.0
- Kabupaten Purworejo Ingin Mensukseskan Progrm KB : Gelar Pertemuan PPKBD dan Sub PPKBD.0
- Pemerintah Kabupaten Purworejo Adakan Pelatihan Tagana.0
Berita Populer
- FDS MODUL PENDIDIKAN DAN PENGASUHAN ANAK SESI 4 MEMBANTU SUKSES ANAK DI SEKOLAH
- Intensifikasi Program KB : Pertemuan Kelompok kerja (pokja) Kampung KB.
- Besarnya Peran Kader KB Dalam Mensukseskan Program Bangga Kencana.
- Intensifikasi Program KB : Penyuluhan Pasangan Usia Subur (PUS) Miskin Tingkat Kecamatan.
- Intensifikasi Program KB : Pembinaan Kader IMP
- Kabupaten Purworejo ikuti Duta Genre Tingkat Provinsi, BKKBN Berharap Pemenang Jadi Role Mode Remaja.
- Intensifikasi Program KB : Pembinaan Rutin PPKBD dan Sub PPKBD
- Mempertajam Peran Lini Lapangan
- Intensifikasi Program KB : Safari KB.
- Intensifikasi Program KB : Rapat Teknis Program KKBPK Tingkat Kecamatan

Keterangan Gambar : ibu Bastirah ( 35 tahun ) wanita lulusan SD N0 Peserta 122000151815371 yang tinggal di Kelurahan Lugosobo RT 02 RW 04 Kecamatan Gebang, menjadi KPM sejak tahun 2015
Memiliki seorang bayi merupakan anugerah terindah dalam hidup. Saking berharganya, banyak orang tua yang rela mengorbankan waktu dan materinya hanya untuk kesehatan dan kesejahteraan anak-anaknya. Namun masih banyak para ibu yang kurang memahami apa artinya pemberian ASI untuk buah hati mereka. Hal itu tidak bisa di pungkiri karena justru para ibu yang akan membuang air susu yang berwarna kuning mengandung kolostrum penyedia anti bodi dan sumber makanan bagi bayi yang baru di lahirkan. Oleh karena itu peran pendamping di sisni untuk memberikan pengertian kepada ibu hamil dan menyusui mengenai manfaat pentingnya ASI secara ekslusif.
Asi adalah minuman sekaligus makanan yang memiliki kualitas terbaik untuk bayi karena mudah di cerna, di serap, higienis segar dan aman dari segala bahaya pengawet serta mampu menyrmpurnakan pertumbuhan sehingga bayi yang menerima ASI akan terhindar dari penyakit diare dan melindungi bayi dari serangan berbagai penyakit lainnya. Tanpa terkecuali yaitu peran ASI dalam mengoptimalkan perkembangan fisik dan mental anak, nutrisi dalam ASI sangat lebih banyak di bandingkan anak di berikan Susu Formula.
Kelebihan dari ASI yaitu meningkatkan hubungan ibu dengan anak akan semakin intim sehingga akan menimbulkan perasaan yang lebih kuat dengan bayinya, ikatan kasih sayang ibu dan bayinya terjadi karena sentuhan kulit, ada body contact antara ibu dan bayinya. Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar detak jantung ibu sama seperti saat bayi di dalam kandungan dan tentu saja dengan pemberian ASI, Ibu akan menghemat uang dari pengeluaran pembelian susu formula, perlatan sterilisasi dan makanan bayi yang lain.
Di sini peran pendamping PKH untk bisa mempengaruhi KPM yang kurang memahami mengenai pentingnya pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan tanpa di beri makanan tambahan lain, masih banyak masyarakat yang memberikan pisang / nasi halus bagi bayinya karena kalau di beri ASI saja bayi masih sering merengek atau menangis, hal ini tentu saja sangat membahayakan bagi lambung bayi, serta bisa menimbulkan kematian pada bayi.
Adalah ibu Bastirah ( 35 tahun ) wanita lulusan SD N0 Peserta 122000151815371 yang tinggal di Kelurahan Lugosobo RT 02 RW 04 Kecamatan Gebang, menjadi KPM sejak tahun 2015 mempunyai anak 4 orang, anak pertama Rizka Pujiyati ( 12 tahun ) kelas 6 SD, anak kedua Teguh Marzuki ( 8 tahun ) kelas 2 SD, anak ketiga Triana Susanti ( 5 tahun ) mau masuk TK, dan si bungsu Indah baru 13 bulan. Suami bu Bastirah bernama Pak Hariyanto (40 tahun) bekerja sebagai petani penggarap sawah yang penghasilannya sangat tergantung dengan hasil panen, bu Bastirah mengumpulkan rongsok yang di jual kepada pengepul.
Di Bulan Ramadhan ini bu Bastirah tetap menyusui bayinya dan berinisiatip memberikan susu formula tambahan karena di rasa ASI si ibu kurang. Setelah beberapa hari mendapat tambahan susu formula, si bayi menderita diare terus menerus, kemudian si Ibu membawa bayinya ke bidan, namun anaknya masih terlihat lemas. Hal ini di ketahui karena pada waktu ada pertemuan P2K2 bu Bastirah tidak datang ke kumpulan lalu inisiatip pendamping di dampingi Supervisor mengunjungi rumah ibu Bastirah.
Setelah mengetahui bahwa bayi bu Bastirah sakit diare karena pemberian susu formula tambahan maka pendamping dan Supervisor memberi tahukan arti pentingnya ASI bagi si bayi tanpa perlu tambahan susu formula. Karena meskipun si ibu puasa tetap bisa mencukupi kebutuhan ASI kepada bayi tanpa perlu takut komposisi ASI nya akan habis, asalkan si ibu memenuhi kalori lebih dari 2.500 kalori sebagai cadangan dalam memenuhi kebutuhan ASI kepada bayinya. Untuk ibu Bastirah karena si anak sudah berusia 13 bulan, dan tentu saja sudah mendapat MPASI ( makanan pendamping ASI ) maka apabila terjadi penurunan produksi ASI sewaktu ibu berpuasa, maka kebutuhan nutrisi dan gizi si anak dapat terpenuhi melalui tambahan asupan makanan, jadi tidak perlu tambahan di beri susu formula yang menyebabkan si anak menderita diare.
Pendamping dan Supervisor menjelaskan secara gamblang mengenai ASI itu lebih menyehatkan bagi bayi ketimbang susu formula, walaupun si ibu tidak makan di siang hari, akan tetapi saat maghrib dan sahur si ibu bisa mengkonsumsi makanan sebagai cadangan ASI. Karena meski si ibu berpuasa tidak akan mengurangi komposisi ASI dan dan tidak akan merubah kualitas dari ASI tersebut. Setelah bu Bastirah mendengar penjelasan dari pendamping dan Supervisor akhirnya menyadari dan tidak akan memberikan lagi susu formula ke anaknya, dan berjanji akan memperhatikan asupan gizi makanan tambahan, tetap memberikan ASI kepada anaknya meskipun bu Bastirah dalam kondisi berpuasa.