- Perkuat Sinergi Hulu, Dinsosdaldukkb Purworejo Kawal Pra Musrenbang Tematik Stunting 2026
- Dinsosdaldukkb Hadiri Koordinasi Program Strategis Nasional (PSN) Sekolah Rakyat Kabupaten Purworejo
- Dinsosdaldukkb Purworejo Pertajam Akurasi Data Melalui Desk Realisasi Kinerja dan Target 2026
- PEMBAGIAN BERAS ASN PEDULI OLEH BIDANG PERLINDUNGAN DAN JAMINAN SOSIAL DALAM RANGKA HARI JADI KABUPATEN PURWOREJO
- Tingkatkan Pemberdayaan Ekonomi, Dinsosdaldukkb Purworejo Ikuti Sosialisasi KUBE 2026 Provinsi Jawa Tengah
- Pastikan Kualitas Layanan di Tingkat Akar Rumput, Bidang KB Lakukan Monitoring di Kecamatan Ngombol
- Perkuat Akses Pelayanan KB, Dinsosdaldukkb Purworejo Gandeng Muslimat NU dan Organisasi Profesi
- Optimalkan Penyaluran Bansos, Dinsosdaldukkb Purworejo Ikuti Rakor BLT DBHCHT di Surakarta
- Perkuat Ekonomi Keluarga Rentan, Dinsosdaldukkb Purworejo Hadiri Koordinasi Program UEP di Semarang
- Peningkatan Peserta KB MKJP, Akseptor Asal Bruno Jalani Pelayanan MOW di RSU Kasih Ibu
Menuju Keluarga Bebas Stunting untuk Indonesia Maju.
Berita Terkait
- Dinsosdaldukkb Luncurkan Berbagai Kegiatan0
- Dinsosdaldukkb Siapkan Dini Pemilihan Duta GenRe.0
- Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan republik Indonesia ke-78 Tahun 2023 Dinsosdaldukkb Purworejo.0
- Menghidupkan Kembali KKA.0
- Dinsosdaldukkb Sosialisasikan Pola Asuh.0
- Dinsosdaldukkb Suskseskan Program MKJP Labelin Dilanmu.0
- Dinsosdaldukkb Perkuat Lini Lapangan.0
- PT.Charoen Pokphand Bantu Baduta Stunting.#Butuh.0
- PT.Charoen Pokphand Bantu Baduta Stunting.0
- Dinsosdaldukkb Atasi Nikah Dini.0
Berita Populer
- FDS MODUL PENDIDIKAN DAN PENGASUHAN ANAK SESI 4 MEMBANTU SUKSES ANAK DI SEKOLAH
- Besarnya Peran Kader KB Dalam Mensukseskan Program Bangga Kencana.
- Intensifikasi Program KB : Pertemuan Kelompok kerja (pokja) Kampung KB.
- Intensifikasi Program KB : Penyuluhan Pasangan Usia Subur (PUS) Miskin Tingkat Kecamatan.
- Intensifikasi Program KB : Pembinaan Kader IMP
- Sebuah Fenomena : Bayi Dibuang
- Intensifikasi Program KB : Pembinaan Rutin PPKBD dan Sub PPKBD
- Mempertajam Peran Lini Lapangan
- Kabupaten Purworejo ikuti Duta Genre Tingkat Provinsi, BKKBN Berharap Pemenang Jadi Role Mode Remaja.
- Intensifikasi Program KB : Safari KB.

Keterangan Gambar : Wakil Bupati Purworejo, dalam sambutan Harganas.
Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsosdaldukkb) kabupaten Purworejo. Menggelar peringatan Hari Keluarga (Harganas). Bertempat di Ganeca Convention Hall. Selasa (22/8/2023).
Hadir dalam Peringatan Harganas, Wakil Bupati Purworejo,Yuli Hastuti. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Eka Sulistia Ediningsih, Sekda Purworejo Said Romadhon, Ketua TP PKK Kabupaten, Fatimah Verena Prihastiyary, Ketua Darma Wanita Persatuan Erna Said Romadhon, Asisten Pemerintahan dan Kesra Bambang Susilo, Kepala Dinsosdaldukkb Ahmat Jaenudin, Kepala Dinkukmp Gatot Suprapto, Direktur RSUD RAA Tjokronegoro dr Dony Prihartanto MPH, Kabag Prokopim Triwahyuni Wulansari AP MAP, serta Camat se-Kabupaten Purworejo.
Dalam Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Ke - 30 tingkat Kabupaten Purworejo tahun 2023 digelar secara meriah di gedung Ganesha Convention Hall, menyerahkan kendaraan dinas dari DAK, berupa 37 unit sepeda motor dan 1 unit mobil berjenis SUV.
Dalam sambutannya, Wabup Yuli Hastuti mengatakan bahwa Harganas yang diperingati setiap tahun. Merupakan momentum untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya keluarga. Sehingga masyarakat menyadari keluarga memiliki peran yang sangat besar dalam upaya memperkuat ketahanan nasional.
"Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, namun memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," katanya.
Menurut Wabup, Peringatan Harganas ke 30 tahun 2023 yang mengangkat tema “Menuju Keluarga Bebas Stunting untuk Indonesia Maju”. Melalui tema tersebut, Wabup mengajak masyarakat semakin memperhatikan kualitas keluarga dan generasi selanjutnya.
”Masalah stunting bukan semata persoalan tinggi badan, yang lebih buruk lagi dampak terhadap kualitas hidup individu. Misal munculnya penyakit kronis, ketertinggalan dalam kecerdasan, dan kalah dalam persaingan,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan oleh Wabup, “saat ini prevalensi stunting di Indonesia adalah 21,6 persen, sementara target yang ingin dicapai adalah 14 persen pada 2024. Sehingga setiap tahunnya kita harus bisa menurunkan 3,8 persen, agar nantinya target bisa tercapai”.








