▴\"Tolak sebelum terikat! Laporkan gratifikasi, jaga integritas diri dan instansi.\"▴ - Perkuat Kampung KB Berbasis Data, Dinsosdaldukkb Laksanakan Pemantapan Rumah DataKu di Desa Jogoboyo
- Optimalkan Rumah DataKu, Dinsosdaldukkb Perkuat Pengelolaan Data Keluarga di Kampung KB Kalijambe
- Perkuat Pengelolaan Data Keluarga, Dinsosdaldukkb Laksanakan Pemantapan Rumah DataKu di Kampung KB
- Sinergi Penanganan Aduan, Kepala Dinsosdaldukkb Hadiri Rapat Koordinasi di Ruang Asisten I
- TERTIB KELOLA ARSIP, DINSOSDALDUKKB KOORDINASIKAN PEMINDAHAN ARSIP INAKTIF DAN USUL SERAH ARSIP STATIS
- Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, Dinsosdaldukkb Hadiri Sosialisasi Kerugian Daerah dan Rakor Pelaporan Keuangan
- Evaluasi Kinerja Triwulan III, Kepala Dinsosdaldukkb Hadiri Rakorpim di Novotel YIA Kulonprogo
- Perkuat Evaluasi dan Perencanaan, Dinsosdaldukkb Laksanakan Desk Triwulan III di Bapperida
- Dinsosdaldukkb Ikuti Rapat Bapemperda, Bahas Raperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Penanggulangan Stunting
- Percepat Pemutakhiran Data Anomali, Dinsosdaldukkb Perkuat Koordinasi Lintas Perangkat Daerah
Dinsosdaldukkb Ikuti Survei Lapangan Alternatif Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Kaliurip

Purworejo, 13 Juli 2026 – Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsosdaldukkb) Kabupaten Purworejo mengikuti survei lapangan alternatif lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang dilaksanakan di Desa Kaliurip, Kecamatan Kemiri, Senin (13/7).
Survei dilakukan bersama Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Purworejo, Pemerintah Kecamatan Kemiri, Pemerintah Desa Kaliurip, serta Perhutani. Kegiatan diawali dengan peninjauan akses menuju lokasi dan dilanjutkan dengan pengamatan kondisi fisik lahan yang direncanakan sebagai alternatif pembangunan Sekolah Rakyat.
Hasil survei menunjukkan bahwa lokasi yang ditinjau berada di kawasan tanah Perhutani berupa hutan pinus dengan luas sekitar 90 hektare. Dari hasil pengamatan di lapangan, kondisi lahan memiliki tingkat kemiringan sekitar 30–40 derajat sehingga memerlukan kajian lebih lanjut dari sisi teknis pembangunan. Selain itu, ketersediaan sumber air juga menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipertimbangkan.
Tim juga mencatat bahwa akses menuju lokasi dapat dilalui kendaraan hingga sekitar 1 kilometer dari titik rencana pembangunan, serta jaringan telekomunikasi di kawasan tersebut dalam kondisi baik. Sementara itu, penentuan batas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat seluas kurang lebih 10 hektare belum dapat dilakukan karena memerlukan waktu dan pengukuran lebih lanjut.
Survei ini menjadi bagian dari proses awal dalam menilai kelayakan lokasi sehingga setiap aspek teknis, lingkungan, dan aksesibilitas dapat dipertimbangkan secara matang sebelum penetapan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.
#DinsosdaldukkbPurworejo #Purworejo #SekolahRakyat #SurveiLapangan #RehabilitasiSosial #PelayananSosial #BerAKHLAK #BanggaMelayaniBangsa #PurworejoBerdaya



