- Dinsosdaldukkb Hadiri Rapat Paripurna DPRD Terkait Laporan Pansus 6 Raperda Penyertaan Modal BUMD
- Dinsosdaldukkb Ikuti Penyampaian Hasil Audit Tematik Penanggulangan Kemiskinan di BAPPERIDA Purworejo
- Tingkatkan Mutu Pencatatan Program Bangga Kencana, Dinsosdaldukkb Hadiri Kegiatan di Magelang
- Desk Klasifikasi Belanja Jasa Tenaga Non ASN 2026 sebagai Upaya Penataan Perencanaan dan Penganggaran
- Launching Buku Sehat Sahabat Jiwa sebagai Penguatan Pendampingan Penyintas Disabilitas Mental
- DINSOSDALDUKKB Bergabung dalam Operasi SAR Laka Laut Pantai Jatimalang
- Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan Daerah melalui Rapat Persiapan Penyusunan RKPD dan Renja 2027
- Apresiasi Prestasi Keagamaan melalui Pemberangkatan Umroh Penerima Penghargaan di Kabupaten Purworejo
- Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 sebagai Wujud Komitmen Mewujudkan Kabupaten Purworejo yang Inklusif
- Evaluasi Pelaksanaan BLT DBH CHT 2025 sebagai Upaya Penguatan Perlindungan Jaminan Sosial
Begini Cara Penyuluh KB Memperluas Cakrawala Remaja
Berita Terkait
- Ketahanan Keluarga Kala Pandemi0
- Memperkuat Kapasitas Ujung Tombak Program KB.0
- Mengapa Mereka Enggan KB IUD0
- Memperkuat Cakrawala Kader0
- Cara Asuh Menjadi Golden Generation.0
- Prestasi Membanggakan Mitra Kerja.0
- Membangun Karakter Anak Bangsa.0
- Membangun Sumber Daya Manusia Bangsa, Hulu Ke Hilir.0
- Sebuah Prestasi, Novitri Berhasi Keluar Kepersertaan PKH.0
- Dinsosdukkbpppa Antusias Mendukung UPPKS0
Berita Populer
- FDS MODUL PENDIDIKAN DAN PENGASUHAN ANAK SESI 4 MEMBANTU SUKSES ANAK DI SEKOLAH
- Besarnya Peran Kader KB Dalam Mensukseskan Program Bangga Kencana.
- Intensifikasi Program KB : Pertemuan Kelompok kerja (pokja) Kampung KB.
- Intensifikasi Program KB : Penyuluhan Pasangan Usia Subur (PUS) Miskin Tingkat Kecamatan.
- Intensifikasi Program KB : Pembinaan Kader IMP
- Intensifikasi Program KB : Pembinaan Rutin PPKBD dan Sub PPKBD
- Kabupaten Purworejo ikuti Duta Genre Tingkat Provinsi, BKKBN Berharap Pemenang Jadi Role Mode Remaja.
- Mempertajam Peran Lini Lapangan
- Sebuah Fenomena : Bayi Dibuang
- Intensifikasi Program KB : Safari KB.

Keterangan Gambar : Sumarno, Korlap Penyuluh KB BP KKBPK kecamatan Butuh dalam pertemuan Penyuluhan Ketahanan Keluarga Berbasis Kelompok Tribina (Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja,Bina Keluarga Lansia) di pendopo Kecamatan Butuh. Kamis (2/12/2020).
Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsosdukkbpppa) Kabupaten Purworejo mengadakan pertemuan Penyuluhan Ketahanan Keluarga Berbasis Kelompok Tribina (Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja,Bina Keluarga Lansia) di pendopo Kecamatan Butuh. Kamis (2/12/2020).
Keluarga berkualitas merupakan keluarga yang dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah dan bercirikan sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis dan bertakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa. Untuk membumikan konsep keluarga berkualitas tersebut Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) membuat formulasi tahapan pembinaan melalui program Bina Keluarga Sejahtera (BKS) atau yang biasa disebut dengan Tribina, meliputi Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Kelurga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL).
Tribina merupakan program yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dan anggota keluarga lainnya dalam membina tumbuh kembang, baik secara fisik, motorik, kecerdasan emosional, dan sosial ekonomi dengan sebaik-baiknya kepada balita dan anak remaja. Tribina juga berguna meningkatkan kesejahteraan lansia melalui kepedulian dan peran keluarga dalam mewujudkan masa usia lanjut yang produktif, mandiri dan bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan masyarakat.
Menurut Sumarno,SE, Koordinator lapangan (Korlap) Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Balai Penyuluhan (BP) Bangga Kencana kecamatan Bayan. Hadir dalam pertemuan tersebut Camat Butuh dan Ketua Karang Taruna se-kecamatan Butuh dan Penyuluh Keluarga Berencana BP Bangga Kencana kecamatan Butuh.
Lebih lanjut Sumarno menjelaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk untuk menggali potensi remaja dimasa pandemi. Ketika pandemi melanda dapat melakukan usaha ke arah digital. Menjadikan pula Karang taruna ke Penundaan Usia Perkawianan (PUP), Karang Taruna milenial dan menjadikan pula Karang Taruna yang berpotensi.








